Maria Elisa Hospita
26 November 2019•Update: 26 November 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Kepala badan pengawas senjata kimia global meyakini kebenaran laporan dugaan serangan kimia di Douma, Suriah, tahun lalu, meskipun dokumen yang bocor menimbulkan pertanyaan baru soal laporan itu.
Menurut Wikileaks, sebuah surel dari penyelidik Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyatakan bahwa laporan itu "salah mengartikan" fakta.
"Sudah sewajarnya individu-individu dalam sebuah tim mengekspresikan pandangan subjektif dalam setiap penyelidikan," kata Direktur Jenderal OPCW Fernando Arias, saat pertemuan tahunan OPCW di Den Haag.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa saya mendukung kesimpulan independen dan profesional [dari penyelidikan]," tegas dia.
OPCW telah menyimpulkan bahwa zat klorin digunakan dalam serangan April 2018 yang diduga dilancarkan oleh rezim Bashar al-Assad di Suriah.