Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Mei 2019•Update: 21 Mei 2019
KHARTOUM
Dewan militer, yang saat ini memegang kekuasaan di Sudan, dan aliansi oposisi utama sepakat untuk mengadakan lebih banyak dialog untuk mencapai kesepakatan tentang struktur pemerintahan.
Kesepakatan dicapai menyusul pembicaraan yang diadakan antara Dewan Transisi Militer (MTC) dan aliansi Kebebasan dan Perubahan mengenai susunan dan kekuatan dewan pemerintahan, yang akan memerintah Sudan selama periode transisi tiga tahun.
"Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan negosiasi sampai mencapai kesepakatan akhir," kata juru bicara MTC Shams al-Din al-Kabbashi, pada konferensi pers Senin pagi.
Dia mengatakan komite bersama akan dibentuk untuk melihat hasil penelitian misi pencari fakta terhadap serangan baru-baru ini di sebuah kamp protes di dekat markas militer, di mana enam orang tewas.
Medani Abas Medani, seorang petinggi aliansi oposisi, mengatakan pembicaraan akan berlanjut sampai mencapai kesepakatan yang memenuhi aspirasi rakyat.
Pada 11 April, militer Sudan mengumumkan penggulingan Presiden Omar al-Bashir, yang telah memerintah Sudan sejak 1989.
Sejak itu, MTC menjalankan urusan negara, yang akan berlangsung selama periode transisi dua tahun, di mana pemilihan presiden akan diadakan setelahnya.
Namun oposisi, yang dipimpin oleh aliansi Kebebasan dan Perubahan, terus menuntut agar MTC menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil sedini mungkin.