Astudestra Ajengrastrı
26 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Partai-partai politik mainstream Pakistan menolak hasil pemilihan umum pada Rabu, menyatakan adanya "pelanggaran" dalam proses demokratik ini.
Dalam konferensi media di Kota Lahore, Shehbaz Sharif, pimpinan Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) yang didirikan oleh mantan perdana menteri Nawaz Sharif, berkata partainya "sangat" menolak hasil pemilu, yang mengindikasikan Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) pimpinan mantan bintang kriket Imran Khan menang.
Meski, Komisi Pemilihan Umum Pakistan (ECP) belum mengumumkan hasil resmi, proyeksi menunjukkan PTI akan menjadi satu-satunya partai mayoritas di majelis rendah parlemen -- Majelis Nasional.
"Saya belum pernah melihat pemilu seperti ini selama karir politik saya. Ini bukan pemilihan umum, tapi seleksi," ujar Shehbaz, yang pernah tiga kali menjabat sebagai menteri ketua di Punjab, provinsi terbesar di Pakistan.
"Petugas-petugas TPS kami diusir. Kami tidak diberikan hasil resmi dari komisi pemilu. Ini adalah pelanggaran nyata," tuduh dia.
"Saya peringatkan, tindakan seperti ini akan merendahkan integritas nasional dan demokrasi," lanjut dia.
"Ini adalah serangan besar terhadap demokrasi," tekan Shehbaz.
Senator Mushahid Hussein, pemimpin pusat PML-N juga menuduh pemilu pada Rabu ini adalah yang "paling kotor" dalam sejarah negara tersebut.
"Semua proses ini bertujuan untuk membawa satu partai kepada kekuasaan. Rakyat Pakistan tidak akan menerimanya," tukas Hussein tanpa menyebutkan PTI.
Partai-partai politik dan keagamaan lain, termasuk Partai Rakyat Pakistan yang berhaluan tengah-kiri, aliansi lima partai agama Muttehida Majlis-e-Amal (MMA) dan Partai Nasional Awami, juga menolak hasil pemilu.
Dalam konferesi pers, Sherry Rehman, pimpinan PPP dan ketua oposisi di Senat, menuduhkan hal yang sama.
"Semua partai yang ada disudutkan hanya untuk mendorong satu partai -- PTI," ujar dia.
Maulana Fazlur Rehman, Ketua MMA, berkata akan mengundang seluruh partai untuk membuat strategi melawan tuduhan pelanggaran tersebut.
"Kami tidak akan menerima hasil dari pelanggaran ini," kata dia, seperti dikutip dari televisi lokal, Geo TV.
Mian Iftikhar Hussain, Sekretaris Jenderal ANP, juga menolak "hasil pelanggaran yang dimanipulasi ini".
"ANP tidak akan menerima hasil pelanggaran yang dimanipulasi dalam pemilu hari ini," kata Hussain kepada Anadolu Agency.
* Islamuddin Sajid di Islamabad turut melaporkan