Muhammad Abdullah Azzam
10 Juli 2019•Update: 10 Juli 2019
Betül Yürük
NEW YORK
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan jumlah korban dalam kasus pembunuhan di seluruh dunia lima kali lebih besar dari korban yang terbunuh dalam peperangan dan konflik.
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh UNODC atau Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan, sebanyak 464 ribu orang terbunuh pada tahun 2017 di seluruh dunia, sementara sekitar 89 ribu orang tewas dalam perang dan bentrokan pada tahun yang sama.
Selain itu, sebanyak 26 ribu orang tewas akibat serangan-serangan teroris.
Laporan tersebut mencatat bahwa jumlah korban tewas akibat kasus pembunuhan lima kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah korban yang meninggal dalam konflik bersenjata dan peperangan.
Sementara 19 persen pembunuhan di seluruh dunia berasal dari kejahatan terorganisir, tingkat pembunuhan tertinggi ditemukan di Amerika Tengah, di mana kejahatan terorganisir dan kekerasan oleh para bandit merajalela.
Laporan itu juga mencatat bahwa terjadi peningkatan pada jumlah korban perempuan yang terbunuh akibat kekerasan dalam rumah tangga.