Serife Cetin, Rabia Iclal Turan
31 Juli 2024•Update: 01 Agustus 2024
NEW YORK
PBB pada Selasa menyatakan "kekhawatiran mendalam" atas serangan Israel di daerah pinggiran padat penduduk di ibu kota Lebanon, Beirut, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 74 lainnya.
"Sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai keadaan ini, kami kembali mendesak para pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan meminta semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam sebuah pernyataan.
"Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional. Para pihak harus segera berkomitmen kembali untuk melaksanakan sepenuhnya resolusi Dewan Keamanan nomor 1701 dan segera kembali menghentikan permusuhan," tambah pernyataan itu.
Sebelumnya pada Selasa, militer Israel menyerang selatan Beirut untuk menargetkan seorang komandan senior Hizbullah sebagai balasan atas serangan pada Sabtu lalu di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Sementara Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan itu, sementara kelompok Lebanon itu membantah bertanggung jawab.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan Israel di Beirut dan 74 orang terluka.