Rafiu Ajakaye
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Setidaknya 20 warga Nigeria dijual sebagai budak dengan harga USD 735 di Libya, kata seorang pejabat setempat pada Selasa setelah berbicara dengan korban yang sudah kembali pulang.
Sulaiman Labaran dari Badan Penanganan Darurat Nasional (NEMA) mengatakan kepada Anadolu Agency: "20 warga Nigeria dijual ke pasar perbudakan seharga USD 735. Ini sangat disayangkan".
"Pemerintah Libya harus menindak ini dengan serius. Kami mendengar kisah-kisah pilu dari mereka yang kembali."
Labaran mengatakan para korban yang sudah pulang itu menceritakan kisah mereka yang dipaksa minum dari toilet. Masih ada sekitar 2.800 warga Nigeria yang masih ditahan di Libya dalam "kondisi tidak manusiawi", jelasnya.
"Dalam kamp itu, saudara-saudara kami menderita dan dilecehkan siang malam. Perempuan diperkosa dan tidak diberi makan. Mereka bercerita bahkan bisa tidak makan selama dua atau tiga hari. Mereka diperlakukan seperti budak," kata Labaran.
"Mereka dipukuli bila dianggap kurang bekerja keras. Kami mendengar kisah ada sejumlah orang berpakaian prajurit yang datang dan menjemput 20 orang Nigeria kemudian menjual mereka sebagai budak. Mereka dibawa keluar dari kamp itu dan hingga kini tidak ada kabarnya," tuturnya.
Nigeria memulangkan warga mereka dari Libya menyusul beredarnya video yang menunjukkan lelang budak di Libya.
Dokumen repatriasi untuk setidaknya 5.000 warga Nigeria sudah tersedia dan siap diproses dalam waktu dekat.