Stephanie Radi
16 Mei 2022•Update: 17 Mei 2022
BEIRUT
Otoritas pemilu di Lebanon memulai proses penghitungan pada Minggu saat tempat pemungutan suara untuk pemilihan parlemen telah ditutup.
Tempat pemungutan suara di seluruh Lebanon dibuka lebih awal pada pukul 07.00 (0400GMT) dan ditutup pada pukul 19.00, dengan lebih dari 3,91 juta warga berusia di atas 21 tahun memenuhi syarat untuk memberikan suara.
Proses penghitungan dimulai di hadapan perwakilan dari kandidat yang bersaing, terang kantor berita resmi Lebanon.
Setelah pemungutan suara berakhir, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menyuarakan harapan bahwa pemilu ini akan melahirkan parlemen baru yang membantu negara memulihkan krisis ekonomi.
Dia menambahkan partisipasi pemilih dalam pemilihan, yang melebihi 50 persen di banyak daerah dan mengizinkan ekspatriat Lebanon untuk memilih, merupakan pencapaian penting bagi negara tersebut.
Sebanyak 718 kandidat mencalonkan diri untuk memperebutkan tempat di parlemen dengan 128 kursi, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Hasil awal diharapkan keluar pada Senin pagi. Kementerian Dalam Negeri akan mengumumkan hasil resmi.
Pemilihan Lebanon sedang berlangsung saat negara itu telah bergulat dengan krisis ekonomi yang parah sejak akhir 2019, termasuk depresiasi mata uang besar-besaran dan kekurangan bahan bakar dan bahan medis.