Megiza Soeharto Asmail
29 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Abdul Raouf Arnaout
YERUSALEM
Militer Israel kembali melakukan serangan terhadap rezim di Suriah setelah pesawat perang Israel ditembak jatuh bulan lalu di wilayah udara Suriah, Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eizenkot, Rabu.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut dalam hal ini. Diketahui, pada bulan lalu, Israel mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone udara Iran sebelum menyerang beberapa target di Suriah.
Tak lama setelah itu, kantor berita resmi SANA Suriah melaporkan bahwa baterai anti-pesawat Suriah telah menembak jatuh seorang pejuang jet Israel yang telah memasuki wilayah udara Suriah.
Berbicara kepada Jerusalem Post, Eizenkot juga bersumpah untuk menyelesaikan pembangunan sebuah tembok pemisah di sekitar blokade Jalur Gaza pada akhir tahun ini.
Menurut Eizenkot, Israel berencana untuk memperkuat pagar keamanan Gaza-Israel dan mengerahkan sejumlah besar pasukan di sepanjang perbatasan untuk mencegah "infiltrasi" ke wilayah Israel.
Dijuluki "Great Return March", semua faksi Palestina telah mendukung aksi hari Jumat, di mana para demonstran berencana untuk berkumpul secara massal di perbatasan timur Gaza dengan Israel sepanjang 45 kilometer.
Sejak 2007, Jalur Gaza yang dikuasai Hamas telah keberatan atas blokade Israel/Mesir yang melumpuhkan dan telah menghancurkan perekonomian daerah itu serta merampas barang-barang kebutuhan pokok sekitar dua juta penduduknya.