Alex Jensen
18 Desember 2017•Update: 19 Desember 2017
Alex Jensen
SEOUL, Korea Selatan
Militer Korea Selatan pada Senin mengatakan masih mendalami "maksud" penerbangan lima pesawat perang Tiongkok yang masuk ke wilayah Zona Identifikasi Pertahanan Udara (KADIZ).
Kepala staf gabungan Seoul (JCS) mengatakan pesawat bom, jet perang dan pesawat pengintai tercatat masuk ke wilayah udara itu pukul 10.10 pagi waktu setempat dan berada di sana selama sekitar tiga jam.
Korea Selatan merespons dengan pesawat tempur mereka yang melakukan "tindakan taktis" tanpa langsung berhadapan pesawat Tiongkok, menurut JCS.
"Kami berbincang dengan Tiongkok melalui telepon dan mereka mengatakan itu adalah latihan rutin," kata seorang pejabat JCS, seperti dilansir media Yonhap.
"Kami masih menganalisis maksud mereka," tambah dia.
Masalah wilayah udara dan zona ekonomi ekslusif sering diperdebatkan di kawasan itu, dengan klaim-klaim teritori yang berbeda dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Insiden terbaru ini bisa menimbulkan ketegangan di tengah masa-masa sensitif setelah Tiongkok mengkhawatirkan aset-aset militer AS yang ditimbun di Korea Selatan, termasuk sistem peluru kendali THAAD.
Di tahun ini saja, AS berulang kali mengirim pesawat-pesawat bom di kawasan itu untuk menakut-nakuti Korea Utara yang dikabarkan sedang menyiapkan stok senjata nuklir.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berada di Tiongkok pekan lalu untuk memperbaiki hubungan kedua negara tersebut.
Moon mengatakan kunjungan itu "menghasilkan kemajuan" karena mereka merundingkan rencana perbaikan tali persahabatan Korea Selatan dan Tiongkok.