Megiza Soeharto Asmail
17 Juli 2018•Update: 17 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Senin menyerukan tindakan melawan agresi oleh Rusia.
Dalam sebuah pernyataan kepada parlemen mengenai KTT NATO baru-baru ini, May menekankan tanggung jawab kolektif Aliansi tersebut dalam memerangi agresi Rusia, apakah itu melalui serangan militer, pembunuhan melalui racun kimia atau cyber warfare yakni perang di dunia maya dengan teknologi canggih.
"Penggunaan agen syaraf yang mengerikan di Salisbury adalah contoh lain dari semakin berkembangnya ketidakpedulian Rusia terhadap norma dan hukum global yang membuat kita semua aman," katanya.
"Kami akan berjuang melawan Rusia selama mereka terus bersikeras melakukan upaya untuk melemahkan kepentingan dan nilai-nilai kami."
Hubungan Inggris dengan Rusia mencapai titik terendahnya setelah London menuduh Moskow berada di balik serangan kimia di Salisbury yang menargetkan mantan mata-mata Soviet Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dengan agen kimia Novichok pada Maret tahun ini.
Awal bulan ini di Amesbury, sebuah kota tujuh mil dari Salisbury, dua orang diracun dengan agen kimia yang sama. Satu dari kedua korban, Dawn Sturgess, kemudian meninggal dunia.
Pada 4 Maret, mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya Yulia dirawat di rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di Salisbury.
NATO dan Uni Eropa mendukung Amerika Serikat dan mengutuk serangan itu. Sergei dan Yulia Skripal sejak itu telah keluar dari Rumah Sakit Distrik Salisbury.