Islamuddin Sajid
31 Mei 2022•Update: 02 Juni 2022
ISLAMABAD
Perdana Menteri Pakistan akan memulai kunjungan resmi tiga hari ke Turki pada Selasa.
Menurut kantor perdana menteri, Shehbaz Sharif akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan para menteri untuk urusan luar negeri, kesehatan, perdagangan, dan kerja sama ekonomi.
Ini adalah kunjungan pertama Sharif ke Turki setelah menjabat bulan lalu.
“Kunjungan Perdana Menteri Pakistan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dengan Turkiye di berbagai bidang termasuk perdagangan, investasi, kesehatan, pendidikan, dan sektor teknologi,” tulis kantor perdana menteri di Twitter.
Kunjungan Sharif bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Islamabad dan Ankara.
Perdana menteri Pakistan juga akan bertemu dengan investor Turki dan menghadiri acara Forum Bisnis Pakistan-Turki.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan Perdana Menteri "akan didampingi oleh delegasi tingkat tinggi.
"Delegasi bisnis dari Pakistan yang terdiri dari perwakilan perusahaan terkemuka di berbagai sektor akan melakukan perjalanan secara terpisah ke Turki untuk berpartisipasi dalam kegiatan bisnis," tambah pernyataan itu.
"Menteri Luar Negeri, Perdagangan, dan Kesehatan Turki akan menemui Perdana Menteri selama kunjungan itu," kata pernyataan itu.
Pernyataan itu juga memuji bahwa hubungan antara Pakistan dan Turki didukung oleh mekanisme kelembagaan yang terstruktur.
“Dewan Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi (HLSCC) adalah platform utama di tingkat kepemimpinan, yang telah berperan dalam mempererat hubungan bilateral. Sejauh ini, enam sesi HLSCC telah berlangsung. Sesi ke-7 dijadwalkan berlangsung tempat tahun ini," tulis pernyataan Kementerian.
“Hubungan bersejarah dan jangka panjang antara Pakistan dan Turki terikat kuat dalam keyakinan bersama, sejarah bersama, dan tradisi mulia saling mendukung satu sama lain dalam isu-isu yang menjadi kepentingan inti. Kepemimpinan dan pemerintah Turki telah dengan teguh mendukung tujuan yang adil di Kashmir. Turki adalah anggota penting dan aktif dari Kelompok Kontak OKI tentang Jammu dan Kashmir. Kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai berbagai masalah termasuk Afghanistan yang damai dan stabil, Palestina, dan melawan Islamofobia," ungkap Kementerian.