ANKARA
Turki akan memainkan peran kunci dalam memecahkan krisis pangan dunia dalam beberapa minggu mendatang, kata juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin pada Selasa.
Kalin mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Ukraina di telepon tentang mengekspor produk pertanian Ukraina melalui laut.
"Kami telah berbicara dengan Kementerian Luar Negeri kami dan lembaga lain untuk sementara waktu, dengan pihak Ukraina, pihak Rusia dan PBB tentang masalah ini," kata Kalin.
Dia mengatakan transportasi untuk produk biji-bijian, minyak bunga matahari dan pupuk dari Ukraina dan Rusia ke pasar internasional sangat penting, jika tidak, seluruh dunia akan menghadapi krisis pangan besar.
Erdogan mengatakan kepada kedua pemimpin bahwa Turki siap untuk memainkan peran memfasilitasi, menurut Kalin, yang mengatakan menambahkan Ukraina dan Rusia memberikan tanggapan positif dan menyatakan mereka ingin melakukan proses melalui Turki.
"(Presiden Rusia Vladimir) Putin menyatakan bahwa dia akan memberikan instruksi yang diperlukan kepada Menteri Luar Negeri Rusia (Sergey) Lavrov, yang akan mengunjungi negara kami pada 8 Juni, dan akan ada orang dalam delegasinya mengenai masalah ini,” kata Kalin.
“Kami menyatakan bahwa negosiasi akan diadakan di sini, dan tuan rumah Menteri Luar Negeri kami, Mevlut Cavusoglu. Oleh karena itu, rincian masalah ini akan menjadi lebih jelas selama kunjungan ini minggu depan. Sebagai Turki, kami siap untuk memulai ini sesegera mungkin.”
Mengungkapkan ada masalah yang perlu dinegosiasikan dan diselesaikan secara teknis, Kalin mengatakan, “Semua masalah ini akan diputuskan dalam pertemuan yang akan diadakan di Turki dalam satu hingga dua minggu ke depan, dan setelah itu, Turki akan melakukan pertemuan yang sangat penting dalam mengemban tugas mencegah krisis pangan dunia.”
Menanggapi pertanyaan tentang apakah akan ada kunjungan dari Ukraina, kata Kalin, "Tidak ada rencana kunjungan saat ini, tetapi pintu kami selalu terbuka untuk teman-teman Ukraina kami."