Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis mengatakan Polisi Militer Rusia berpatroli di perbatasan Turki-Suriah sesuai dengan kesepakatan yang dicapai baru-baru ini antara Ankara dan Moskow.
"Pada 24 Oktober, pasukan Polisi Militer Rusia berpatroli di rute baru di perbatasan Suriah-Turki. Panjang rute patroli dari kota Qamishli di Suriah utara ke pemukiman Abouda setara dengan lebih dari 60 kilometer," kata kementerian itu.
Menurut kementerian, polisi juga membantu mendorong mundur unsur-unsur kelompok teroris YPG/PKK dan senjata mereka sejauh 30 km dari perbatasan Suriah-Turki.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Pada Selasa, Turki dan Rusia mencapai 10 poin kesepakatan tentang Suriah selama pertemuan bersejarah antara kedua presiden, beberapa jam sebelum masa penangguhan operasi berakhir.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.