Safvan Allahverdi
25 Mei 2018•Update: 25 Mei 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON DC
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada hari Kamis mengatakan berharap pasukan AS dan Turki akan menghindari risiko bentrokan di wilayah Suriah utara. Dia menekankan pentingnya menyelesaikan masalah bilateral.
Berbicara kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Pompeo mengatakan pada pertemuan 4 Juni dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, salah satu masalah utama yang akan dibahas adalah tentang Suriah utara, tempat sebagian besar pasukan AS diterjunkan.
Januari ini Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah utara untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari daerah itu.
Setelah membebaskan kota Afrin, Ankara mengatakan mungkin juga memperluas operasinya lebih jauh ke timur ke Manbij, kecuali kelompok teroris PYD / PKK meninggalkan kota yang strategis.
Namun, dukungan militer AS untuk teroris PYD / PKK di Manbij menyebabkan ketegangan antara hubungan Ankara dan Washington. Tidak hanya itu kekhawatiran bentrokan militer antara kedua negara sekutu NATO juga menyeruak. Pasalnya ada sekitar 2.000 pasukan AS di kota itu.
PKK / PYD diketahui sebagai cabang kelompok teror Suriah PKK, yang telah merenggut 40ribu jiwa sepanjang 30 tahun perang melawan Turki.
Pompeo, dalam kesempatan itu, juga menyatakan rencana terkait konteks negosiasi yang dimulai sejak jabatannya diduduki oleh Rex Tillerson telah dibuat.
AS incar pengembalian seorang pendeta
Selain membahas perkara pertemuan antara pasukan AS dan Turki, Pompeo juga mengatakan dia ingin mengangkat isu Pastor Amerika Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan teror di Turki, dan telah meminta Cavusoglu untuk mengembalikannya ke AS.
Dia menyebut tuduhan terhadap Brunson "sepenuhnya salah". Pompeo mengatakan, departemennya bekerja keras untuk mendapatkan Brunson pulang.
Ditangkap di Izmir, Turki pada bulan Desember 2016, Brunson didakwa melakukan kejahatan atas nama kelompok teror PKK dan Organisasi Teror Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang berhasil dikalahkan pada Juli 2016.
Pembicaraan tentang kesepakatan S-400 berlanjut
Ditanya tentang pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Turki, Pompeo mengatakan pembicaraan akan berusaha mengubah pikiran Ankara.
Dia menyebut pembelian akan membebani hubungan antara Turki dan NATO karena ketidakcocokan militer, dan mengatakan AS telah menawarkan alternatif pengganti S-400.
"Kami menekan secara diplomatis untuk memperjelas, kami mencoba memberi mereka alternatif juga," katanya. "Kami mencoba melakukan hal-hal yang akan mendorong mereka untuk kembali."
Berdasarkan perjanjian dengan Rusia - dicapai setelah perselisihan mengenai pembelian sistem rudal udara buatan AS Patriot - Turki akan membeli dua sistem S-400, yang akan dikirim pada akhir 2019 dan awal 2020.