Shenny Fierdha Chumaira
19 Juni 2018•Update: 20 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump telah bersumpah kepada pemimpin Korea Utara Kim Jon-un untuk "mengubah" persetujuan gencatan senjata Korea 1953 yang secara efektif menghentikan perseteruan antara Korea Utara dengan Korea Selatan, jelas Sekretaris Negara Mike Pompeo pada Senin.
Sebagai ganti denuklirisasi menyeluruh, Pompeo mengatakan bahwa Trump "telah berkomitmen untuk memastikan bahwa kami mengubah persetujuan gencatan senjata, menyediakan jaminan keamanan yang dibutuhkan Kim".
"Kalau kami bisa melakukan kedua hal itu, kami bisa mengurangi ancaman global yang telah mengganggu AS dan dunia selama berdekade-dekade," ungkap Pompeo di Detroit, Michigan.
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai perubahan apa yang dipertimbangkan AS, tapi Korea Utara telah berulang kali merasa tersinggung dengan latihan militer bersama antara AS dengan Korea Selatan dan pengiriman lebih dari 20.000 orang tentara Amerika di Korea Selatan.
"Kami masih harus melengkapi hal yang berkenaan dengan komitmen yang dibuat di Singapura," ucap dia, merujuk pada pertemuan bersejarah antara Presiden AS dengan Kim pekan lalu.
Juru Bicara Kantor Putih Sarah Sanders kemudian mengonfirmasi pernyataan Pompeo, mengatakan: "Kami sedang menyelesaikan rincian prosesnya nanti seperti apa."
Kritikus mengatakan bahwa Trump berbicara terlalu banyak kepada Kim saat pertemuan di Singapura ketika dia mengumumkan akhir "perang-perangan" dengan Korea Selatan, tampak menyetujui oposisi Korea Utara yang berlangsung selama bertahun-tahun sampai latihan militer bersama antara AS dengan Korea Selatan padahal dia menilai hal itu "provokatif".
Sementara pejabat Seoul dan Washington tampak tidak siap untuk deklarasi Trump, perkembangan itu telah membantu meredakan ketegangan terkait dialog militer antarKorea pada Kamis lalu.
Terkait apakah pertemuan lanjutan diperlukan, Pompeo mengatakan bahwa "hal itu sulit diketahui".
Tidak ada perjanjian perdamaian yang pernah ditandatangan antara Seoul dengan Pyongyang untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953, membuat gencatan senjata sebagai cara untuk mengakhiri konflik tiga tahun tang telah menewaskan ratusan ribu orang. Gencatan senjata ditandatangani oleh AS, Cina, dan Korea Utara.