Maria Elisa Hospita
06 September 2018•Update: 06 September 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Prancis siap melancarkan serangan militer ke rezim Bashar al-Assad di Suriah jika senjata kimia terbukti digunakan dalam serangan pemerintah baru-baru ini untuk merebut kembali wilayah utara Provinsi Idlib.
Idlib, yang terletak dekat perbatasan Turki, adalah rumah bagi lebih dari tiga juta warga Suriah, yang sebagian besarnya telah melarikan diri ke kota-kota lain karena serangan pasukan rezim.
Baru-baru ini, rezim Assad mengumumkan rencananya untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke Idlib, yang dikuasai oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Pada Selasa, Kepala Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu dapat menyebabkan "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".
Menurut harian Prancis Le Figaro, Kepala Angkatan Bersenjata Francois Lecointre mengharapkan kubu pertahanan terakhir kelompok teror Daesh di Irak dan Suriah akan diberangus akhir November.
Daesh, yang menjadi musuh koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, telah diusir dari sebagian besar wilayah yang dikuasainya di Irak dan Suriah sejak 2014.