Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Yusuf Ozcan dan Senhan Bolelli
PARIS/MADRID
Prancis dan Spanyol meningkatkan keamanannya menyusul peristiwa penembakan di pasar Natal di Strasbourg.
Setelah pertemuan yang membahas krisis ini, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengumumkan dalam sebuah konferensi pers bahwa negara akan mengerahkan lebih banyak personel keamanan menjelang Natal.
"Sekitar 720 anggota polisi, tentara dan tim SWAT di Strasbourg akan diperkuat dengan 500 tentara tambahan dan 1.300 lainnya dalam beberapa hari mendatang untuk menjaga tempat-tempat umum," kata Philippe.
Pada Selasa malam, seorang pria bersenjata menembaki pasar Natal di alun-alun Place Kleber sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Pasukan keamanan telah menyerbu rumah pelaku tetapi gagal menemukannya.
Jaksa Prancis, Remy Heitz, mengatakan dua orang tewas dan seorang lainnya dalam keadaan koma, sementara belasan orang terluka dan enam di antaranya dalam kondisi kritis.
Kepolisian Prancis mengeluarkan poster buronan yang mengidentifikasi tersangka sebagai Cherif Chekatt kelahiran Strasbourg berusia 29 tahun, yang dikenal memiliki sejumlah catatan kriminal di Prancis, Jerman dan Swiss.
Sementara itu, di Spanyol, Kementerian Dalam Negeri memutuskan untuk lebih memperkuat langkah-langkah keamanan di seluruh negeri menjelang Natal, lansir kantor berita Spanyol EFE.
Kementerian akan mengerahkan lebih banyak polisi dan pasukan keamanan di daerah-daerah padat yang menjadi pusat perayaan Natal.