Afra Aksoy
12 Juni 2018•Update: 13 Juni 2018
Afra Aksoy
ADEN
Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zaid di Arab Saudi, Selasa.
Menurut informasi yang diterima dari sumber pemerintah Yaman, Presiden Yaman Hadi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah di Mekkah.
Menurut kantor berita resmi Yaman SABA, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membahas kemajuan pencapaian target Operation Decisive Storm dan Operation Restoring Hope yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman.
Menteri Informasi Yaman Muammar al-Aryani mengatakan bahwa pertemuan ini mencerminkan keakraban hubungan antara kedua negara.
Di sisi lain, presiden Yaman Hadi menyatakan akan datang ke Uni Emirat Arab untuk melakukan kunjungan resmi.
Kunjungan tersebut akan membahas hubungan Yaman dengan Uni Emirat Arab, dan kerja sama dalam operasi bersama pasukan koalisi di bawah pimpinan Arab Saudi.
Kedua belah pihak juga akan membahas keamanan dan stabilitas di daerah yang telah diselamatkan dari kelompok Houthi di Yaman.
Sebelumnya, terjadi ketegangan panjang antara pemerintah yang sah di Yaman dan Uni Emirat Arab, karena Yaman menuding Uni Emirat Arab mencampuri kedaulatan negaranya.
Pemerintah Yaman juga menuduh UEA memberi dukungan kepada kelompok bersenjata di selatan dan barat negara Yaman, serta mencoba untuk mengisolasi tentara nasional dan para pemimpinnya.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".