Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Mei 2019•Update: 18 Mei 2019
Recep Sakar
MELBOURNE
Warga Australia berbondong-bondong menuju ke tempat pemungutan suara pada Sabtu untuk memilih parlemen dan perdana menteri baru.
Pemungutan suara dimulai pukul 08.00 dan akan berakhir pukul 18.00 waktu setempat.
Sekitar 16,5 juta warga Australia terdaftar untuk memilih dalam pemilihan.
Warga berusia di atas 18 tahun berhak untuk memilih, dan karena juga bersifat wajib, yang tidak melakukannya akan dikenakan denda.
Parlemen Australia memiliki 150 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, yang anggotanya dipilih untuk masa jabatan tiga tahun.
Empat puluh kursi Senat dari total 76 juga siap diperebutkan.
Pihak berwenang Australia mendirikan pusat-pusat pemungutan suara awal dalam tiga minggu menjelang pemilihan.
Fasilitas itu disediakan bagi mereka yang ingin memilih sebelum hari pemilihan.
Sekitar 2,6 juta orang telah memberikan suara mereka pada 13 Mei.
Warga juga dapat mengirimkan surat suara mereka ke Komisi Pemilihan Umum melalui pos sampai waktu pemilihan berakhir.
Pemilu kali ini akan memutuskan apakah Partai Liberal yang dipimpin oleh Perdana Menteri saat ini, Scott Morrison, akan melanjutkan pemerintahan, atau sebaliknya, akan diambil alih oleh Partai Buruh yang dipimpin oleh Bill Shorten.
Australia telah mengalami enam kali pergantian perdana menteri dalam 12 tahun terakhir.
Ketidakstabilan politik di salah satu negara demokrasi tertua di dunia ini dinilai berasal dari pertikaian internal partai.
Setelah waktu pemilihan berakhir, perolehan suara Dewan Perwakilan Rakyat akan dihitung terlebih dahulu dan kemudian akan dilanjutkan dengan Senat.