Muhammad Nazarudin Latief
16 Oktober 2020•Update: 16 Oktober 2020
JAKARTA
Negara-negara yang sedang membangun blok perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menyatakan selalu terbuka bagi India di masa mendatang, meski sudah mengundurkan diri.
“Ini mengingat kontribusi India sebagai negara peserta RCEP sejak awal perundingan ini dimulai,” ujar Menteri Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto, pada Jumat.
India pada November tahun lalu mengundurkan diri blok perdagangan yang beranggotakan negara-negara ASEAN dan lima negara mitra yaitu China, Jepang.
Perdana Menteri Narendra Modi khawatir kesepakatan ini menganggu perekonomian dalam negeri, terutama petani dan pengusaha kecil lain karena serbuan produk China.
Menteri Agus baru saja menghadiri “Pertemuan Intersesi Menteri RCEP ke-11 secara virtual.
Pertemuan ini membahas perkembangan status draf Perjanjian RCEP untuk dapat ditandatangani tahun ini, sebagaimana KTT RCEP ke-3 di Bangkok November 2019.
Sebagai koordinator RCEP, Indonesia menyampaikan komitmen kuat agar Perjanjian RCEP dapat ditandatangani tahun ini, ujar Menteri Agus.
Indonesia menurut dia memimpin perundingan selama lebih dari delapan tahun dan berkomitmen untuk terus mendorong penandatanganan penjanjian ini.
“Penandatanganan Perjanjian RCEP tahun ini tidak boleh dilewatkan, mengingat peran pentingnya dalam mendorong pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian perdagangan dunia dan pemulihan ekonomi pascapandemi global,” jelas Menteri Agus.
Pertemuan Intersesi ke-11 ini dipimpin Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Tran Quoc Khanh.
Para menteri menyambut baik kemajuan proses negosiasi perjanjian yang dilaporkan oleh Ketua Komite Negosiasi Perdagangan (Trade Negotiating Committee/TNC) RCEP yang juga Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo.
Para menteri juga mengapresiasi kemajuan penyelesaian proses legal scrubbing serta berbagai aspek yang terkait persiapan penandatanganannya.
Selain itu, para menteri membahas persiapan pelaksanaan Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-4 yang akan diselenggarakan di sela-sela rangkaian Pertemuan KTT ASEAN ke-37 November mendatang.
RCEP merupakan blok perdagangan bebas terbesar yang mencakup 45 persen populasi dunia dan 30 persen perdagangan dunia dengan PDB gabungan mencapai USD2,6 triliun.
Blok ini terdiri dari 10 negara ASEAN dan lima negara lain yakni Jepang, Selandia Baru, Australia, Korea Selatan dan China.