Muhammad Abdullah Azzam
12 Maret 2021•Update: 14 Maret 2021
Abdel-Raouf Arnaout
YERUSALEM
Mengambil langkah kontroversial, Republik Ceko pada Kamis membuka kantor diplomatik di Yerusalem, yang berafiliasi dengan kedutaan besarnya di Tel Aviv.
Meski tanpa memindahkan Kedutaan Besar Ceko ke Yerusalem, langkah tersebut mendapat persetujuan dari Israel, di mana Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menghadiri pembukaan kantor itu bersama Perdana Menteri Ceko Andrej Babis.
Ashkenazi menyambut baik pembukaan kantor tersebut, dengan mengatakan itu adalah "bukti lebih lanjut dari kedalaman persahabatan dengan rakyat dan pemerintah Republik Ceko."
"Saya ingin berterima kasih kepada Republik Ceko karena telah memimpin perubahan di Eropa ke kota Yerusalem, dan hubungannya dengan Israel," kata dia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan untuk menghadiri pembukaan kantor itu, tetapi dia absen karena penyakit istrinya, menurut media lokal.
Para pemimpin Palestina menentang langkah tersebut dan meminta Republik Ceko untuk membatalkan keputusan tersebut.
Negara-negara anggota Uni Eropa telah menolak untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem sambil menunggu kesepakatan akhir antara Israel dan Palestina tentang masalah kota suci tersebut.
Di antara negara-negara Uni Eropa, hanya Hongaria yang juga memiliki kantor diplomatik di Yerusalem.
Negara-negara di seluruh dunia menolak untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem, kecuali AS dan Guatemala.