İqbal Musyaffa
19 November 2017•Update: 20 November 2017
Adham Kako
ANKARA
Sedikitnya 12 warga sipil terbunuh saat pasukan rezim Assad menembaki wilayah Ghouta Timur, sebelah timur Damaskus, pada hari Sabtu, menurut sumber pertahanan sipil Suriah.
Wilayah Madyara, Haresta, Arbin, Hamuriyyah, Zamalka dan Hazze terdampak serangan tersebut.
Menurut saksi mata, serangan udara dan tembakan menghantam kota Haresta yang menyebabkan dua warga sipil tewas. Desa Hazze juga terkena serangan rezim dengan empat orang, termasuk dua anak meninggal berdasarkan sumber anonim tersebut.
Secara terpisah, dalam serangan udara lain, enam warga sipil terbunuh di wilayah Madyara.
Sejumlah korban luka dipindahkan ke tempat pengobatan terdekat.
Serangan besar rezim Suriah terhadap Ghouta Timur terjadi antara tanggal 14-17 November yang menewaskan 45 warga sipil, menurut sebuah laporan dari sumber pertahanan sipil.
Ghouta Timur berada dalam jaringan zona deeskalasi yang didirikan di Suriah oleh Turki, Rusia, dan Iran. Tindakan agresi ini sebenarnya dilarang secara eksplisit.
Pasukan rezim telah berulang kali menyerang distrik tersebut minggu ini, menyebabkan puluhan warga sipil tewas atau terluka.
Suriah mengalami perang sipil yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.
Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dalam pertempuran tersebut dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.