Maria Elisa Hospita
11 Maret 2019•Update: 11 Maret 2019
Esref Musa, Burak Karacaoglu, dan Levent Tok
IDLIB, Suriah
Rezim Bashar al-Assad Suriah dan kelompok teror yang didukung Iran menyerang markas badan pertahanan sipil Helm Putih (White Helmets) di barat laut Idlib pada Minggu.
Serangan itu dilancarkan di distrik Marek, yang berada di dalam zona de-eskalasi Idlib.
Akibatnya, kantor Helm Putih rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi.
Pada Sabtu, seorang relawan terbunuh ketika kantor Helm Putih lainnya dihantam oleh sebuah pesawat tempur milik Rusia.
Serangan rezim Assad di zona de-eskalasi Idlib diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 117 warga sipil - dan melukai lebih dari 342 lainnya - sejak awal tahun 2019.
Pada September 2018, setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, Turki dan Rusia sepakat mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi.
Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan stabilisasi situasi di zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah menderita akibat perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menyerang demonstran pro-demokrasi dengan brutal.
Menurut pejabat PBB, akibat konflik tersebut, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.
*Fatih Hafiz Mehmet turut berkontribusi dalam laporan ini