Muhammad Abdullah Azzam
08 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
Nazek Shamam
KHARTOUM, Sudan
Sudan pada Kamis menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat (EXIM Bank) untuk memperoleh USD1 miliar dana dukungan untuk ekspor dan investasi Amerika di Khartoum.
Ini akan memungkinkan pemerintah transisi untuk mendapatkan dana, termasuk pinjaman dan jaminan untuk membiayai ekspor AS.
Pernyataan terpisah oleh pemerintah Sudan mengatakan dokumen tersebut menetapkan bahwa konsensus antara kedua belah pihak akan menentukan proyek yang akan dibiayai melalui bank dalam bidang infrastruktur, pertanian, energi, pertambangan, telekomunikasi dan perawatan medis.
Menteri Keuangan Sudan Heba Mohamed Ali mengatakan kerja sama ekonomi antara Sudan dan AS akan membuka cakrawala ekonomi yang akan menciptakan lapangan kerja di seluruh negeri melalui investasi yang diharapkan.
Sebelumnya, Sudan pada Rabu mengumumkan pihaknya menandatangani kesepakatan yang disponsori AS untuk menormalkan hubungannya dengan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Kabinet Sudan mengatakan Menteri Kehakiman Nasur Aldin Abdul Bari menandatangani Perjanjian Abraham dengan Menteri Keuangan AS Steven Munich, yang tiba di Khartoum pada Rabu.
Dengan menandatangani perjanjian tersebut, Sudan telah bergabung bersama Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dalam mengakui Israel.
Utang luar negeri Sudan yang sedikitnya USD60 miliar menghambat proses pembangunan ekonomi di negara yang juga menghadapi krisis penurunan tajam nilai mata uangnya.
AS mengonfirmasi penghapusan Sudan dari daftar terorisme pada Desember 2019 setelah lebih dari 27 tahun.
Bank EXIM adalah lembaga kredit ekspor resmi pemerintah AS. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1934.