Muhammad Abdullah Azzam
12 Oktober 2018•Update: 12 Oktober 2018
Said İbicioğlu
GAZA
Manajer Layanan Darurat Rumah Sakit Shifa di Gaza, Ayman al-Sahbani mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tiga orang Palestina menderita luka-luka akibat tembakan tentara Israel kepada para demonstran yang mengikuti aksi damai di perbatasan Gaza.
Al-Sahbani menjelaskan tiga warga tersebut mengalami luka-luka di bagian bawah tubuh.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa sebanyak 198 warga Palestina, termasuk 37 anak di bawah umur, tewas karena serangan pasukan Israel.
Selain itu, 22.000 lainnya terluka sejak Maret, ketika warga Palestina mulai menggelar aksi protes "Great Return of March" atas pendudukan Israel.
Warga Palestina melancarkan aksi damai “Great March of Return” di perbatasan Jalur Gaza-Israel sejak 30 Maret lalu.
Namun, tentara Israel menembaki penduduk sipil yang menuntut untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan pencabutan blokade ilegal terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 2006.
Pasukan Israel kerap membubarkan warga Palestina yang sedang melakukan aksi secara damai dengan peluru tajam.
Sejak rentetan demonstrasi terakhir yang dilakukan warga Palestina dimulai pada akhir Maret, sejumlah nyawa demonstran telah melayang -- dan ribuan lainnya terluka -- oleh tentara Israel yang dikirim ke sepanjang wilayah yang bergejolak.
Secara terpisah, jet-jet tempur Israel menyerang para demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.