Rıskı Ramadhan
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Sarp Ozer
AFRIN, Suriah
Angkatan Bersenjata Turki berhasil mengambil alih wilayah yang digunakan sebagai tempat pelatihan oleh organisasi teroris PYD/PKK di bagian barat wilayah Afrin, Suriah.
Kamp pelatihan organisasi teroris ini memiliki kamar mandi, asrama, ruang makan dan tempat olahraga.
Organisasi teroris PYD/PKK dan teroris Daesh, yang juga secara paksa merekrut anak-anak, dilaporkan dilatih dalam kelompok yang terdiri dari 35 orang di kamp tersebut, menurut sumber lokal yang tak ingin disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Dalam rekaman Anadolu Agency juga terlihat terowongan dan tempat penampungan yang digunakan oleh teroris untuk melindungi diri dari serangan udara.
Angkatan Bersenjata Turki telah menurunkan bendera teroris yang terpasang di daerah tersebut.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan "sangat penting" bahwa operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin merupakan tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012, yaitu ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa perlawanan.