Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump gagal memenuhi janji yang dibuat untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat pertemuan bersejarah pada Juni di Singapura bahwa dia akan segera menandatangani deklarasi yang mengakhiri Perang Korea, menurut laporan yang diterbitkan Rabu.
Vox News menyoroti bagaimana keputusan Trump untuk 'memindahkan tiang gawang dan membuatnya bersyarat' baru-baru ini menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi antara Washington dan Pyongyang.
Laporan itu mengatakan Trump berjanji untuk menandatangani deklarasi perdamaian, yang akan secara resmi mengakhiri perang antara Korea Utara dan Korea Selatan, tetapi beberapa bulan telah berlalu dan tidak ada yang terjadi.
Pemerintahan Trump saat ini mengatakan bahwa Korea Utara perlu menyingkirkan persenjataan nuklirnya terlebih dahulu sebelum menandatangani perjanjian perdamaian, sementara Pyongyang mengatakan kegagalan Trump untuk menepati janjinya telah membuat mereka enggan untuk denuklirisasi.
"Saya tidak ingat bahwa hal itu menjadi bagian dari perjanjian keseluruhan, tapi saya dapat memberitahu Anda bahwa kami percaya bahwa denuklirisasi harus terjadi sebelum kami lanjut ke bagian lain," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert saat menanggapi pertanyaan dari reporter.
Gedung Putih sendiri belum membuat pernyataan tentang masalah ini.
Trump dan Kim bertemu pada 12 Juni di Singapura dan mencapai kesepakatan tentang penghapusan senjata nuklir di Korea Utara.
Namun keharmonisan diplomatik antara kedua negara memburuk pada minggu-minggu berikutnya, dan AS mulai menuduh Pyongyang tidak membuat kemajuan dalam membongkar persenjataannya.
Ketika perang antara kedua Korea terhenti dengan gencatan senjata pada Juli 1953, perang secara teknis terus berlanjut karena tidak ada perjanjian perdamaian resmi yang ditandatangani.