Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Hacer Baser
BAGHDAD
Ratusan demonstran Irak pada Rabu, berkumpul di ibu kota Baghdad sebelum pintu masuk zona Hijau, tempat misi asing dan gedung-gedung pemerintah berada, memprotes "keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam proses pembentukan pemerintah".
Para demonstran bereaksi terhadap pertemuan Brett McGurk, utusan khusus AS untuk perang melawan Daesh, dengan politisi Irak.
Mereka memegang spanduk yang mengatakan "Mereka yang duduk bersama utusan Donald Trump mengkhianati darah para pahlawan."
Salah satu demonstran, Mustafa Celal, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dugaan campur tangan AS dalam formasi pemerintah "tidak dapat diterima".
"Orang-orang telah pergi ke tempat pemilihan umum dan memilih. Sisanya harus ditentukan oleh proses hukum dan konstitusional. Mulai sekarang, tidak ada negara, khususnya AS, yang boleh terlibat," katanya.
Brett McGurk baru-baru ini bertemu dengan berbagai kalangan politik Irak. Pada Selasa, McGurk bertemu dengan Nechirvan Barzani, perdana menteri Pemerintah Daerah Kurdi (KRG).
Presiden Irak Fuad Masum, setelah pengadilan menyetujui hasil pemilihan umum 12 Mei, menyusul ketegangan besar, menyerukan kepada parlemen Irak untuk mengadakan sidang pada 3 September.
*Ali Murat Alhas dari Ankara berkontribusi pada berita ini.