Maria Elisa Hospita
14 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Goksel Yildirim dan Mustafa Calkaya
ANKARA
Anadolu Shipyard Turki pada Selasa menandatangani sebuah kesepakatan untuk membangun dua kapal latihan perang untuk angkatan laut Qatar.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di sela-sela Pameran dan Konferensi Pertahanan Maritim Internasional Doha (DIMDEX 2018) yang dimulai sejak Senin di Doha.
Kapal tersebut rencananya akan memiliki kapasitas untuk melatih 72 kadet angkatan laut, kata kepala shipyard Sualp Urkmez kepada Anadolu Agency.
Menurut dia, kedua kapal tersebut akan berisi ruang-ruang kelas, area pelatihan, tempat penyimpanan senjata dan sensor.
"Qatar membutuhkan kapal-kapal ini untuk pelatihan yang memadai bagi perwira angkatan lautnya," ujar Urkmez sambil mengkonfirmasi bahwa kedua kapal tersebut akan dikirim dalam waktu 36 bulan.
Turki merupakan salah satu dari 10 negara di dunia yang dapat merancang dan membangun kapal perangnya sendiri.
Selama pameran Doha, pejabat Qatar menandatangani perjanjian terpisah dengan Ares Shipyard dan Yonca-Onuk Shipyard Turki untuk 17 kapal militer lainnya, yang seluruhnya akan dilengkapi dengan senjata dari perusahaan pertahanan Turki Aselsan.
Lebih dari 30 perusahaan Turki berpartisipasi dalam DIMDEX 2018, yang menampilkan teknologi militer mutakhir, termasuk kendaraan lapis baja, drone, dan kapal perang berkecepatan tinggi.