Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 April 2020•Update: 20 April 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Turki mencabut pembatasan malam hari selama 48 jam yang diberlakukan di 31 provinsi untuk membendung penyebaran virus korona.
Pemerintah memberlakukan perintah kedua untuk tinggal di rumah selama akhir pekan setelah pembatasan pertama dilaksanakan pada 11-12 April.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengumumkan bahwa kebijakan itu akan terus dilakukan sesuai kebutuhan.
Jam malam diberlakukan di Ibu Kota Ankara dan 30 provinsi lainnya.
Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan pada Jumat bahwa sebelum pembatasan pertama, 35 persen kasus Covid-19 di Turki adalah warga yang berusia 65 tahun atau lebih, sementara persentasenya turun menjadi 18 persen.
Jumlah kematian akibat virus corona di Turki mencapai 2.017 pada Minggu, dengan total kasus sebanyak 86.306.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 2,4 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian lebih dari 165.000 dan lebih dari 616.000 dinyatakan sembuh.