Muhammad Abdullah Azzam
14 Maret 2020•Update: 15 Maret 2020
ANKARA
Delegasi militer Turki dan Rusia menyepakati perincian gencatan senjata baru di provinsi Idlib, barat laut Suriah, kata Menteri Pertahanan Turki pada Jumat.
Pembicaraan selama empat hari antara dua delegasi berakhir di gedung Kementerian Pertahanan Turki di ibu kota Ankara.
Pada pertemuan itu, sebuah dokumen yang berisi kesepakatan gencatan senjata di Idlib ditandatangani oleh delegasi Turki dan Rusia dan sudah mulai berlaku sejak saat itu, ujar Menhan Turki Hulusi Akar kepada wartawan.
Dia mengatakan patroli gabungan pertama Turki dan Rusia di jalan raya M4 di Idlib akan dilakukan pada 15 Maret besok.
Akar juga mengatakan Turki dan Rusia akan membangun pusat koordinasi bersama di wilayah tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, menyetujui gencatan senjata baru untuk Idlib yang mulai berlaku pada 5 Maret.
Berdasarkan perjanjian tersebut, seluruh aktivitas militer berakhir di Idlib dengan pembentukan koridor keamanan 6 kilometer di utara dan selatan jalan raya utama M4.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan raya M4 dari permukiman Trumba, di sebelah barat Saraqib, ke permukiman Ain al-Havr.
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi pada 27 Februari, setelah 34 tentara gugur dalam serangan udara rezim Bashar al-Assad di Idlib yang berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Di bawah kesepakatan 2018 dengan Rusia, pasukan Turki dikerahkan ke Idlib untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim dan sekutunya.