Maria Elisa Hospita
02 Maret 2020•Update: 03 Maret 2020
Mehmet Hatipoglu
ATHENA
Duta Besar Turki untuk Athena Burak Ozugergin mengatakan intervensi Yunani selama pertemuan NATO telah "mengakibatkan kekacauan".
Dia juga mengutuk serangan rezim Bashar al-Assad sebagai pemicunya.
Athena mulanya berupaya memveto pernyataan yang disiapkan oleh NATO untuk mendukung Ankara, menyusul tewasnya 34 tentara Turki di Idlib, barat laut Suriah, baru-baru ini.
Namun, pertemuan darurat berakhir dengan aliansi militer menyerukan Suriah dan Rusia untuk menghentikan serangan Idlib mereka.
Ozugergin, yang dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Yunani, mengatakan Turki mengharapkan dukungan penuh NATO saat ini.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Themistoklis Demiris menyatakan bahwa negaranya memahami kekhawatiran Turki, tetapi pergerakan migran ilegal ke Eropa juga mengkhawatirkan.
Menyusul tewasnya pasukan Turki, Ankara mengumumkan tidak akan lagi menghentikan arus pengungsi ke Eropa.
Pemerintah Yunani mengungkapkan ribuan migran telah diblokir untuk memasuki negara itu dalam dua hari terakhir.
Turki telah menampung hampir empat juta migran, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia.
*Ditulis oleh Firdevs Bulut