Rıskı Ramadhan
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Meltem Bulur
ANKARA
Turki telah mengirimkan permintaan penangkapan dan ekstradisi mantan pemimpin kelompok teroris PYD/PKK, Salih Muslum kepada Jerman, menurut sumber diplomatik Turki pada Senin.
Muslum menghadapi putusan pengadilan tinggi Ankara atas perannya dalam serangan teroris mematikan di ibu kota Turki pada tahun 2016.
Muslum juga dituduh merusak persatuan dan integritas nasional, pembunuhan yang disengaja, merusak kepentingan publik dan mentransfer bahan-bahan berbahaya.
Serangan di taman Guven di Kizilay -area perbelanjaan yang populer- di Ankara pada 13 Maret 2016 dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermuatan bahan peledak. Serangan tersebut menewaskan 37 orang dan melukai puluhan lainnya.
Pengadilan juga telah mengeluarkan surat penangkapan untuk Muslum serta meminta Interpol untuk mengeluarkan pencarian tingkat merah terhadapnya.
Turki mengirimkan dokumen terkait keputusan pengadilan kepada Jerman pada Jumat, meminta penangkapan dan ekstradisi Muslum ke Turki, kata sumber-sumber yang tak ingin disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media.
Pada 27 Februari, pengadilan di Ceko membebaskan Muslum, meski dia telah dijatuhi vonis pengadilan serta merupakan orang yang paling dicari.
Dia ditangkap pada 25 Februari di Praha setelah Turki meminta Republik Ceko untuk menangkap mantan pemimpin teroris tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Turki sebelumnya menawarkan hadiah hampir USD 1 juta untuk Muslum yang terdaftar sebagai teroris yang paling dicari.
Muslum diadili atas tuduhan mengganggu kesatuan dan integritas teritorial negara, pembunuhan maupun percobaan pembunuhan, merusak peroperti umum dan mengangkut zat berbahaya.
PYD/PKK adalah cabang Suriah dari PKK yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.