Muhammad Abdullah Azzam
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Mohamad Misto
ANKARA
Konvoi bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan pada Senin tak dapat memasuki Ghouta Timur karena rezim Bashar Assad terus melakukan serangan ke warga sipil.
Menurut wartawan Anadolu Agency di lapangan, konvoi bantuan terdiri dari 46 kendaraan telah sampai ke titik pemeriksaan rezim di Ghouta Timur. Namun, konvoi tersebut tak dapat masuk ke daerah Duma karena serangan intens dari pesawat tempur rezim.
Hingga kini PBB belum mengeluarkan pernyataannya mengenai hal ini.
Penanggungjawab dana bantuan PBB (UNICEF) untuk Anak-anak di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, Geert Cappelaere mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mendapatkan izin dari rezim Assad untuk mengirim konvoi bantuan makanan dan obat-obatan untuk 180.000 penduduk sipil yang tinggal di wilayah Ghouta Timur, khususnya di daerah Duma.
Direktur UNICEF mengungkapkan bahwa rezim Assad dan pendukungnya masih terus melanjutkan serangan meski Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari.
Direktur UNICEF berharap bahwa bantuan-bantuan kemanusiaan tersebut dapat disalurkan ke warga sipil yang sangat membutuhkan di wilayah itu.
Sampai kemarin, sebanyak 814 warga sipil tewas dalam serangan rezim Assad di Ghouta Timur selama dua minggu terakhir.
Sejak kemarin, rezim Assad dan pendukungnya melancarkan sebuah operasi untuk merebut seluruh wilayah Ghouta Timur dengan membagi wilayah tersebut menjadi dua bagian melalui serangan-serangan udara yang didukung Rusia.
Dewan Keamanan PBB pada Sabtu mengadopsi sebuah resolusi gencatan senjata kemanusiaan setidaknya selama 30 hari di Suriah "tanpa penundaan".
Resolusi tersebut menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Suriah dan terutama evakuasi medis terhadap pasien kritis dan korban luka-luka di Ghouta Timur yang terkepung.
Ghouta Timur terletak di kawasan de-eskalasi yang disetujui oleh Turki, Rusia dan Iran. Di wilayah itu khususnya, aksi serangan dan kekerasan tidak boleh dilakukan.
Ghouta Timur yang berada di pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir dan akses kemanusiaan ke daerah tersebut, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, kekuatan rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur mereka, sehingga hampir tidak mungkin bagi makanan atau obat-obatan masuk ke distrik tersebut.