Maria Elisa Hospita
22 Januari 2019•Update: 23 Januari 2019
Adem Demir
ISTANBUL
Menteri luar negeri Turki pada Senin menyatakan bahwa beberapa negara barat berusaha menutupi-nutupi pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.
"Kami menyaksikan bagaimana mereka yang berbicara tentang kebebasan pers di dunia, menutupi hal ini saat mereka dihadapkan dengan uang," ujar Mevlut Cavusoglu saat pertemuan pemuda di Istanbul.
Khashoggi, seorang kontributor The Washington Post, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Cavusoglu mengatakan bahwa negaranya sudah berlaku bijak dalam kasus ini, dan mereka sangat menyadari sulitnya mengungkapkan pembunuhan tersebut.
"Sekarang kami telah membuat persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari mendatang. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tambah dia.
Turki telah meminta ekstradisi warga Saudi yang terlibat dalam pembunuhan itu.
Ankara inginkan perdamaian dan stabilitas di Suriah
Mevlut Cavusoglu mengatakan Ankara hanya menginginkan perdamaian, ketenangan, stabilitas, dan solusi politik di Suriah yang dilanda perang.
"Kami melanjutkan upaya kami untuk mewujudkan perdamaian abadi di negara tetangga kami," kata Cavusoglu.
Dia menambahkan bahwa ada standar ganda dan kemunafikan dalam perang melawan terorisme, di mana Amerika Serikat melanjutkan dukungannya untuk kelompok teror YPG / PKK di Suriah.
Menlu Turki juga mengatakan para teroris yang menargetkan Turki saat ini dapat menargetkan orang lain di masa depan.
"Hari ini targetnya adalah Muslim. Mungkin besok orang lain," kata dia lagi.
Dalam kampanye teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang didaftarkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.