Nani Afrida
11 November 2019•Update: 12 November 2019
Ali Murat Alhas
ANKARA
Sebanyak 3.893 migran ilegal ditahan di seluruh Turki selama seminggu terakhir, menurut data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency dari sumber keamanan.
Pasukan gendarmerie Turki menahan 2.489 migran di provinsi barat laut Edirne, yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria.
Menurut sumber-sumber lokal di Edirne, Yunani telah meningkatkan upaya untuk mengirim migran ilegal ke Turki yang melanggar Konvensi Jenewa, Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia dan Konvensi PBB Menentang Penyiksaan.
Di kota-kota pesisir Mugla, Canakkale, Izmir, Bodrum, Antalya dan Aydin, pasukan penjaga pantai Turki dan pasukan gendarmerie menangkap lebih dari 1.000 migran ilegal.
Turki telah menjadi titik transit utama bagi para migran ilegal yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai kehidupan baru, terutama mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.
Secara terpisah, di provinsi barat laut Kirklareli dan Tekirdag, sebanyak 164 migran ilegal ditahan oleh pasukan gendarmerie.
Selain itu, pasukan perbatasan dan pasukan gendarmerie provinsi di provinsi Hatay selatan menangkap 109 migran karena mencoba memasuki Turki dari Suriah dengan cara ilegal.
Para migran berasal dari Pakistan, Kongo, Suriah, Irak, Iran, Afghanistan, Maroko, Mesir, Bangladesh, Somalia, Yaman,
Juga ada warga Palestina, Mali, Gabon, Senegal, Myanmar, Kamerun, Angola, Libya, dan warga negara Afrika Selatan Lebanon.
Semua migran yang ditahan selama minggu itu dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis atau dipindahkan ke kantor migrasi provinsi.
Pada tahun 2018, tercatat sekitar 268.000 migran gelap tujuan Eropa ditahan di Turki, kata kementerian dalam negeri.
Sekitar 336.707 migran ilegal telah ditahan pada 2019 sejauh ini, kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu.