Ayhan Şimşek
13 April 2022•Update: 14 April 2022
BERLIN
Ukraina menolak permintaan Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier untuk mengunjungi ibu kota Kyiv minggu ini, yang mana penolakan itu semakin memperumit hubungan antara kedua negara.
Kepada wartawan selama kunjungannya ke Polandia pada Selasa, Presiden Jerman Steinmeier mengatakan bahwa dalam rangka menunjukkan solidaritas dengan Ukraina, dia ingin mengunjungi Kyiv bersama dengan para pemimpin Eropa lainnya.
“Saya sudah siap untuk kunjungan ini. Tetapi tampaknya Kyiv tidak menginginkannya, dan saya harus memperhatikan ini,” kata dia kepada wartawan.
Steinmeier mengatakan rencana kunjungan itu merupakan saran dari Presiden Polandia Andrzej Duda untuk mengunjungi Kyiv minggu ini, bersama dengan para pemimpin Estonia, Latvia, dan Lithuania, untuk menunjukkan solidaritas kuat Eropa dengan Ukraina melawan agresi Rusia.
Harian German Bild melaporkan sebelumnya pada Selasa bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menentang kunjungan Steinmeier karena kebijakannya dalam beberapa tahun terakhir yang menganjurkan untuk mempererat hubungan antara Jerman dan Rusia.
Politisi Sosial Demokrat di Jermat itu menjabat dua kali sebagai menteri luar negeri, pada 2005-2009 dan kemudian pada 2013-2016, dalam pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel saat itu.
Jerman juga mendapat kritikan dari beberapa pihak karena terlalu sedikit membantu Ukraina bahkan setelah ancaman dari Rusia menjadi nyata.