Maria Elisa Hospita
23 Maret 2021•Update: 24 Maret 2021
Talha Ozturk
BELGRADE
Albin Kurti terpilih sebagai perdana menteri Kosovo untuk kedua kalinya.
Pada Senin, parlemen menunjuk pemimpin oposisi sayap kiri itu untuk memimpin pemerintahan ketujuh Kosovo.
Dalam sidang luar biasa Majelis Kosovo, anggota parlemen yang baru dilantik meloloskan mosi untuk memilih pemerintahan baru yang dipimpin oleh Kurti, dengan dukungan 67 suara, sementara 30 lainnya menentangnya.
Dalam pidatonya, Kurti mengatakan bahwa tanpa pengakuan Serbia atas kemerdekaan Kosovo, maka tidak akan ada normalisasi hubungan antara kedua negara.
Dia menambahkan bahwa Kosovo dan Serbia perlu menyelesaikan masalah mereka melalui dialog, tetapi tidak ada kemajuan yang dapat dicapai selama tidak ada kejelasan soal nasib orang hilang di Kosovo.
"Kami akan bekerja tanpa lelah untuk menjadikan Kosovo bagian dari NATO dan Uni Eropa karena kami memiliki nilai dan tujuan yang sama. Jalan menuju UE memang penuh tantangan, tetapi kami tidak punya alternatif," kata Kurti.
Pemerintahan baru mencakup 15 kementerian, lima di antaranya akan dipimpin oleh perempuan.
Kurti akan memiliki tiga wakil yakni Wakil Perdana Menteri Pertama untuk Integrasi, Pembangunan dan Dialog Eropa Besnik Bislimi, Wakil Perdana Menteri Kedua dan Menteri Luar Negeri dan Diaspora Donika Gervall, dan Wakil Perdana Menteri Ketiga untuk Hak Minoritas Emilia Rexhepi.