Maria Elisa Hospita
12 September 2018•Update: 13 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Utusan Turki untuk PBB mendesak gencatan senjata "segera dan menyeluruh" untuk menghentikan seluruh operasi militer di Provinsi Idlib, di barat laut Suriah.
"Kami mengajak komunitas internasional untuk mendukung upaya kami secara aktif untuk mengakhiri kekacauan ini," kata Feridun Sinirlioglu saat pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa.
Seruan itu muncul setelah Rusia, Iran, dan rezim Bashar al-Assad meningkatkan operasi militer di Idlib, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan bencana kemanusiaan.
Sejak awal September, sedikitnya 30 penduduk sipil tewas dan puluhan lainnya terluka di Idlib dan Hama karena gempuran serangan udara rezim Assad dan pesawat tempur Rusia.
Pada Senin, PBB mengungkapkan bahwa sekitar 30.000 penduduk Idlib telah diungsikan karena operasi yang berlangsung tanpa henti.
Sinirlioglu juga memperingatkan bahwa operasi militer besar-besaran dapat menyebabkan bencana kemanusiaan yang mengerikan, karena akan memicu gelombang besar pengungsi dan risiko keamanan yang besar bagi Turki, Eropa, dan sekitarnya.
"Dengan segala kemurahan hati kami, kami telah berjuang untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah. Kami menampung sekitar 3,5 juta pengungsi, jumlah paling banyak dari negara lainnya di dunia. Namun kita harus menghadapi kenyataan: kami telah melampaui batas kapasitas kami," ungkap dia.
Pekan lalu, PBB memperingatkan serangan di Idlib kemungkinan akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk sepanjang abad ke-21".