Pizaro Gozali İdrus
19 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Indonesia akan fokus pada isu keamanan dan penguatan ekonomi sebagai Ketua kelompok negara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia (MIKTA) periode 2018.
Wakil Ketua Menteri Luar Negeri A.M Fachir menjelaskan, Indonesia berperan menciptakan keamanan global dan memperkuat fungsi penjaga perdamaian dunia.
“MIKTA menjadi tempat konsultasi dan dialog yang intensif untuk menjembatani kepentingan antar negara,” ujar Fachir di Jakarta, Selasa.
Indonesia juga melihat potensi ekonomi kreatif di kancah nasional yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 16,7 juta orang.
Menurut Fachir, ekonomi kreatif menyumbang 7,3 persen ekonomi nasional dengan sebagian besar pelakunya adalah anak-anak muda.
“Perkembangan ekonomi kreatif sangat menyumbang peningkatan ekonomi nasional,” jelas Fachir.
Indonesia berharap, setiap negara anggota MIKTA dapat bekerja sama untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan.
Sebagai salah satu negara anggota dan ketua MIKTA sebelumnya, Turki berharap Indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai Ketua MIKTA dengan lebih baik, khususnya dalam menjalin hubungan kerja sama antar negara.
Selama menjadi Ketua MIKTA periode 2017, Turki sudah menyelenggarakan pertemuan di sejumlah bidang, antara lain krisis kemanusiaan, pengungsi dan migran, kerja sama antar parlemen, kontra terorisme, dan pelatihan diplomasi.
Duta Besar Indonesia untuk Turki Sander Gurbuz menjelaskan, MIKTA dibentuk untuk menciptakan solusi permasalahan di kawasan dan dunia serta meningkatkan ekonomi negara anggota.
“Kami yakin Indonesia sebagai ketua akan melanjutkan program-program yang memperkuat spirit MIKTA,” ujar Gurbuz.
Gurbuz juga berharap Indonesia bisa meningkatkan perdagangan dengan Turki untuk meningkatkan ekonomi kedua negara.
MIKTA mempunyai tujuh area utama kerja sama, yaitu kerja sama melawan terorisme, komersial dan ekonomi, energi, pembangunan berkelanjutan, kesetaraan jender, operasi pemeliharaan perdamaian, tata kelola pemerintahan, dan demokrasi yang baik.
Dari tujuh area utama MIKTA, prioritas Turki di periode sebelumnya adalah perang melawan terorisme, kerja sama ekonomi, dan penanganan krisis pengungsi.