Dandy Koswaraputra
24 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Selen Temizer
AZAZ, Suriah
Warga Suriah di kota Tal Rifaat, provinsi Aleppo utara, menggelar unjuk rasa pada Sabtu untuk menuntut operasi militer Turki terhadap kelompok teroris YPG / PKK di kota mereka.
Para pengunjuk rasa, termasuk sekitar 400 pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah, memblokir jalan antara kota Azaz dan kota Sijo meminta Turki memasukkan Tal Rifaat dalam Operasi Ranting Zaitun untuk membebaskan kota tersebut dari kelompok teroris.
Personel militer Turki dan pasukan keamanan lokal berhasi meyakinkan para demonstran untuk mengakhiri unjuk rasa dan membuka kembali jalan tempat mereka berkumpul.
Pada awal 2016, keloömpok teror YPG / PKK mengambil alih desa Afrin dan sekitarnya dengan bantuan Rusia dan rezim Bashar al-Assad.
Sekitar 25.000 penduduk telah dipaksa keluar dari rumah mereka dan daerah sekitarnya oleh kelompok teroris dan mencari perlindungan di kota Azaz.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari Afrin di Suriah barat laut di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan tersebut.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama teroris PYD / PKK sejak 2012.
Pada hari Sabtu, Staf Umum Turki mengatakan bahwa Afrin telah berada di bawah kendali pasukan Turki yang sedang berupaya membantu warga sipil kembali ke rumah dengan aman.
Operasi militer tersebut dilaksanakan sebagai hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, menurut militer Turki.
Militer Turki juga mengatakan hanya target teror yang dihancurkan dengan "sangat hati-hati" agar tidak merugikan warga sipil.