Muhammad Abdullah Azzam
22 November 2019•Update: 22 November 2019
Zehra Nur Duz
ANKARA
Pengungsi Suriah berbondong-bondong secara sukarela kembali ke kampung halaman mereka di distrik Tal Abyad dan Ras al-Ayn, Suriah utara setelah Turki membersihkan wilayah tersebut dari teroris YPG/PKK.
Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada Kamis, warga Suriah mulai pulang ke rumah mereka setelah Operasi Mata Air Perdamaian di wilayah perbatasan Turki-Suriah menghancurkan sarang-sarang kelompok teroris YPG/PKK.
"Sekitar 200 saudara Suriah kami yang lari dari ancaman kelompok teror PKK/YPG dan mencari perlindungan di distrik Jarabulus secara sukarela kembali ke rumah dan tanah mereka dengan keadaan aman dan tenang," kata kementerian itu.
"Setidaknya 295 orang yang terdiri dari 70 keluarga lebih telah kembali dari Jarabulus ke rumah mereka di Tal Abyad," lanjut pernyataan itu.
Otoritas Turki berharap warga Suriah terus kembali ke rumah mereka setelah upaya mereka untuk membersihkan wilayah tersebut dari teroris berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberangus teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi pengungsi Suriah, dan menjamin integritas teritorial Suriah.
Ankara dan Washington mencapai kesepakatan pada 17 Oktober untuk menghentikan operasi selama 120 jam yang memungkinkan penarikan teroris YPG / PKK dari zona aman.
Kemudian, pada 22 Oktober, Turki juga mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mengusir teroris YPG / PKK dari zona aman tersebut.
Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.