Iqbal Musyaffa
17 September 2020•Update: 17 September 2020
JAKARTA
Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN) mengatakan sejauh ini pemerintah telah memberikan subsidi gaji untuk guru dan tenaga pendidikan honorer sebanyak 398.637 orang hingga 14 September lalu.
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan, sudah diberikan dua bulan sejak diluncurkan 27 Agustus oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) bekerjasama dengan BPJamsostek.
“Tenaga honorer pendidik yang mendapatkan subsidi gaji adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Kamis.
Dia mengatakan subsidi untuk guru honorer ini adalah bagian dari program subsidi gaji untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan yang terdaftar aktif di BPJamsostek, termasuk pekerja non ASN di kementerian dan lembaga, namun tidak termasuk karyawan BUMN.
Budi menguraikan bahwa hingga 14 September 2020, program subsidi gaji telah tersalurkan sebesar Rp7 triliun, atau 17,43 persen dari pagu Rp37,87 triliun.
Hingga akhir tahun, dia menargetkan sebanyak 15,72 juta pekerja dapat menerima subsidi ini.
“Saat ini data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi,” ujar dia.
Budi menambahkan sejak terbentuk pada 20 Juli, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), melalui Satgas PEN sudah membantu menyalurkan anggaran pemulihan ekonomi nasional sebanyak Rp87,58 Triliun.
Satgas PEN akan berupaya mendorong agar penyerapan anggaran mitigasi tersebut mencapai Rp100 triliun hingga akhir kuartal ketiga.
"Target agar penyerapan bisa mencapai Rp 100 Triliun pada kuartal III merupakan bagian dari proses yang krusial untuk menetralkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif pada kuartal II," kata Budi.