Megiza
SABANG, Aceh
Garis pantai sepanjang 2666 kilometer yang 352.736 kilometer persegi luas wilayah Aceh membuat provinsi yang berada di ujung barat Indonesia tersebut memiliki potensi ekonomi kelautan atau maritim yang sangat besar.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan meski wilayah yang dipimpinnya berpotensi menguntungkan negara, namun hingga kini pemanfaatan atas kawasan Aceh dirasakan belum optimal.
Dia menilai, jika 88 persen atau sekitar 295 ribu kilometer persegi wilayah Aceh yang berupa perairan laut dapat dimaksimalkan lewat tujuh sektor, maka Aceh mampu menjadi provinsi yang merealisasikan misi Presiden Joko Widodo yang ingin Indonesia menjadi poros maritim dunia.
“Kami yakin bila prinsip-prinsip perekonomian kelautan diterapkan dan dilakukan dengan berkesinambungan, maka pada tahun 2025 Aceh akan lebih maju dan sejahtera,” kata dia saat peresmian Sail Sabang 2017 di Pelabuhan CT3, Sabang, Sabtu.
Irwandi memaparkan, tujuh sektor yang dapat membuat Aceh merealisasikan misi tersebut adalah menggalakkan perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan dan seafood, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, energi dan sumber daya mineral serta industri jasa maritim termasuk garam konsumsi dan garam industri.
Sejak dilantik memimpin Aceh, dia mengaku, saat ini tengah dibantu oleh tim percepatan pembangunan kemaritiman Aceh dalam menyusun blue print pembangunan kelautan Aceh tahun 2018-2030.
“Dalam jangka pendek ini kami akan melakukan pembangunan industri perikanan tangkap terpadu, industri perikanan budidaya terpadu, pariwisata bahari dan industri dan jasa maritime,” sebut dia.
Aceh, nantinya akan merevitalisasi industri perorangan hasil perikanan dan seafood yang ada saat ini sekaligus membangun industri baru sesuai kebutuhan, permintaan pasar domestik dan pasar ekspor.
Irwandi menjelaskan, Aceh nantinya akan mengembangkan industri pengelolaan hasil perikanan dan seafood di beberapa kawasan pelabuhan perikanan.
Mulai dari pelabuhan perikanan samudera Lampulo, pelabuhan perikanan nusantara Pidie, pelabuhan perikanan pantai Sabang, Bireun dan Blang Mee, juga 25 pelabuhan perikanan yang tersebar di seluruh wilayah Aceh.
Melihat kondisi sebagian besar kondisi pelabuhan perikanan saat ini kurang memenuhi standar nasional Irwandi menyebut, sejumlah revitalisasi sarana dan prasarana juga perlu mengikuti.
“Dengan strategi itu, insya Allah pada tahun 2020 Lampulo dan Kota Sabang akan menjadi kota tuna dunia (Tuna City of the World),” sebut dia.
Meski demikian, Irwandi menyadari target Pemerintah Provinsi Aceh tidak dapat terwujud jika pemerintah pusat tidak ada political will ataupun pemberian dukungan penuh.
Karenanya, dia menambahkan, Aceh meminta Jakarta untuk meloloskan pendelegasian pengelolaan secara otonom yang nantinya dilakukan dengan menganut prinsip-prinsip berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Irwandi juga meminta dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla -yang hadir saat pembukaan Sail Sabang 2017- agar pembangunan infrastrutur seperti pelabuhan, bandara, jaringan jalan, telepon, gas, internet serta air bersih dapat lebih dikembangkan.
Nantinya, kata dia, dukungan tersebut akan berdampak pada terdongkraknya pariwisata bahari sekaligus sektor ekonomi kelautan lainnya.
“Salah satu yang kami mohon adalah proposal pengembangan Bandara Maimun Saleh di Kota Sabang agar dapat dilalui pesawat berbadan besar. Kami berharap bandara itu bisa difungsikan sebagai bandara internasional,” papar Irwandi.
Selain itu, kata dia, Pemprov Aceh juga meminta pemerintah pusat untuk mendukung dibukanya jalur penerbangan Banda Aceh-Tokyo untuk ekspor tuna, sebagai salah satu produk perikanan Aceh.
“Kepada Menteri Susi saya mohon agar Sabang bisa menjadi pelabuhan eskpor perikanan. Agar Aceh tidak perlu lagi membawa ke Balawan untuk ekspor,” harap Irwandi
Di tempat lain, pembangunan sekolah menengah kejuruan dan politeknik serta Balai Latihan Kerja Kelautan, dikatakan Irwandi, dapat mendukung Aceh untuk menyiapkan sumber daya manusia kelautan yang mampu dan beretos kerja tinggi.
Pada sektor wisata, Irwandi berharap, pemerintah wisata dapat mendukung event nasional dan internasional untuk lebih banyak lagi digelar di Banda Aceh ataupun Sabang.
“Kami siap bekerja keras untuk memfasilitasi event-event tersebut, sehingga Sabang benar-benar dapat menjadi salah satu destinasi utama bagi aktivitas pariwisata di sebelah barat Indonesia,” kata dia.
Irwandi menilai, melalui event Sail Sabang bisa menjadi agenda event nasional tetap, “sehingga pengembangan wisata Sabang dapat berkontribusi dalam mencapai target kunjungan wisman sebanyak 20 juta di 2019,” ujar Irwandi.
news_share_descriptionsubscription_contact
