Shenny Fierdha
02 Desember 2017•Update: 03 Desember 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Indonesia kembali terpilih menjadi Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Kategori C periode 2018-2019 dalam sidang IMO Assembly pada Jumat di London, Inggris.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan momentum ini memberikan Indonesia kesempatan untuk ikut serta menentukan kebijakan IMO yang berpengaruh pada dunia kemaritiman.
“Dengan menjadi anggota Dewan IMO Kategori C, kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas maritim Indonesia,” ujar Menteri Budi pada Sabtu di Sabang, Aceh, lewat siaran persnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt. Rudiana dari Kantor Pusat IMO di London mengatakan bahwa 132 dari 172 negara peserta sidang IMO Assembly memberikan suaranya untuk Indonesia.
“Sekaligus menduduki peringkat ke-8 dari 24 Negara anggota IMO yang mencalonkan di Dewan IMO Kategori C,” ujar dia.
Berisikan 40 negara, Dewan IMO memiliki 3 kategori. Kategori C merupakan perwakilan negara dengan kepentingan khusus dalam transportasi laut.
Kategori C beranggotakan 20 negara. Selain Indonesia, yaitu Singapura, Turki, Cyprus, Malta, Maroko, Mesir, Meksiko, Malaysia, Peru, Belgia, Chile, Filipina, Denmark, Afrika Selatan, Jamaika, Kenya, Thailand, Liberia dan Bahama.
Sedang Komisi A dan B masing-masing beranggotakan 10 negara.