Iqbal Musyaffa
17 April 2020•Update: 17 April 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan arus modal asing yang keluar dari Indonesia hingga pertengahan April masih tinggi dengan jumlah Rp156,3 triliun akibat dampak penyebaran virus korona (Covid-19).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan arus modal keluar tersebut berasal dari surat berharga negara (SBN) dan saham yang dilepas asing sejak Januari hingga 14 April.
“Untuk saham masih terjadi capital outflow senilai Rp12,67 triliun sejak Januari hingga 14 April 2020 (year to date), sementara capital outflow juga terjadi dari sisi surat utang negara (SUN) yang mencapai Rp143,6 triliun (ytd),” ujar Menteri Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jumat.
Dia mengatakan kondisi ini terjadi setelah kasus penyebaran virus korona meluas pada pertengahan Maret. Pada Januari 2020 sebenarnya masih terjadi net foreign buying atau dana masuk dalam tren positif yakni sebesar Rp15,2 triliun.
Namun, saat penyebaran Covid-19 meluas di berbagai negara, dana asing mulai keluar dari Indonesia senilai Rp33,7 triliun pada Februari 2020 sementara pada Maret melonjak hingga Rp126,8 triliun.
“Optimisme pasar telah runtuh oleh Covid-19 sehingga investor menarik dana investasinya untuk sementara dari negara berkembang, salah satunya Indonesia,” jelas Menteri Sri Mulyani.