Iqbal Musyaffa
26 Juni 2020•Update: 29 Juni 2020
JAKARTA
Bank Indonesia memperkirakan pada Juni ini akan terjadi deflasi 0,01 persen secara bulanan, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang terjadi inflasi 0,07 persen secara bulanan.
Perkiraan tersebut berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu keempat Juni.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan berdasarkan perkembangan tersebut, maka perkiraan inflasi Juni 2020 secara tahun kalender sebesar 0,90 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,76 persen (yoy).
Penyumbang utama deflasi pada periode laporan secara bulanan antara lain berasal dari komoditas bawang putih sebesar 0,04 persen, cabai merah, jeruk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,03 persen, cabai rawit, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen, serta minyak goreng sebesar 0,01 persen.
“Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang inflasi secara bulanan antara lain daging ayam ras sebesar 0,13 persen, telur ayam ras sebesar 0,05 persen, dan tomat sebesar 0,01 persen,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Jumat.
Onny mengatakan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
“BI juga memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tambah dia.