İqbal Musyaffa
05 Januari 2018•Update: 06 Januari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) mengatakan sistem pembayaran nontunai yang sedang gencar dikembangkan akan mampu menekan kebutuhan uang logam di masyarakat.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan tidak tersedianya uang logam untuk kembalian selain akan membuat masyarakat lebih efisien dalam melakukan transaksi.
“Penggunaan uang elektronik yang semakin banyak terutama di pertokoan dan transportasi menyebabkan kebutuhan uang logam menurun,” jelas Suhaedi, Jumat.
Berdasarkan data dari BI, jumlah uang beredar sepanjang tahun 2017 sebanyak Rp694,8 triliun naik 13,4 persen dari tahun 2016. Sementara jumlah peredaran uang logam berbagai pecahan sekitar Rp8,4 triliun dari jumlah tersebut.
“Sistem pembayaran nontunai akan mampu menekan sekitar 15-20 persen dari peredaran uang logam tahun 2017 hingga sekitar Rp1,68 triliun pada 2018,” ungkap dia.
Pengurangan kebutuhan uang logam, menurut dia, akan lebih banyak terjadi di Jawa khususnya DKI Jakarta dengan pengguna uang elektronik terbanyak, khususnya pada sektor transportasi.
Meski begitu, upaya elektronifikasi secara keseluruhan tidak mengurangi jumlah uang yang beredar.