Iqbal Musyaffa
22 September 2020•Update: 23 September 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengatakan belanja negara hingga akhir Agustus sudah mencapai Rp1.534,7 triliun atau tumbuh 10,6 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp1.388,1 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi belanja tersebut mencapai 56 persen dari target belanja dalam Perpres nomor 72 tahun 2020 yang sebesar Rp2.739,2 triliun.
“Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp977,3 triliun atau tumbuh 14 persen dari tahun lalu,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Sedangkan belanja pemerintah pusat tersebut baru mencapai 49,5 persen dari target Rp1.975,2 triliun dalam Perpres nomor 72 tahun 2020.
Menteri Sri Mulyani menjelaskan belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) yang sebesar Rp517,2 triliun atau 61,8 persen dari target Rp836,4 triliun.
“Belanja K/L tumbuh 7,4 persen dari tahun lalu,” kata dia.
Menteri Sri Mulyani menambahkan belanja pemerintah pusat juga terdiri dari belanja non K/L sebesar Rp460,1 triliun atau 40,4 persen dari target Rp1.138,9 triliun.
“Belanja non K/L khususnya untuk penanganan Covid-19 yang melonjak cukup tinggi 22,4 persen dari Rp375,9 triliun pada tahun lalu,” jelas Menteri Sri Mulyani.
Dia mengatakan kondisi ini berarti bahwa berbagai tindakan untuk akselerasi belanja dilakukan untuk meminimalisasi dampak Covid-19 yang sudah terlihat pada realisasi belanja Agustus dan akan terus berlangsung pada September.
“Di kuartal ketiga belanja pemerintah bisa menyumbang secara positif dan kuat pada saat permintaan dan konsumsi serta investasi alami pelemahan,” urai Menteri Sri Mulyani.
Selain itu, dia mengatakan belanja negara selain belanja pemerintah pusat hingga akhir Agustus juga berasal dari transfer ke daerah dan dana desa yang sebesar Rp557,4 triliun atau 73 persen dari target Rp763,9 triliun.
Belanja pada kategori ini meningkat 5 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp530,6 triliun.
Dia menjelaskan pada kategori belanja ini terdiri dari transfer ke daerah yang sebesar Rp504,7 triliun atau 72,9 persen dari target Rp692,7 triliun serta tumbuh 3,3 persen dari tahun lalu.
Selain itu, dana desa yang telah disalurkan hingga akhir Agustus mencapai Rp52,7 triliun atau 74 persen dari target penyaluran sebesar Rp71,2 triliun.
“Realisasi dana desa tumbuh 41,2 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp42,2 triliun,” ungkap Menteri Sri Mulyani.