İqbal Musyaffa
25 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah terus bersinergi dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga inflasi stabil dan sesuai target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 3,5 plus minus 1 persen.
Gubernur BI Agus Martowardojo pada Rabu sore mengatakan ada lima langkah yang sudah disiapkan dan akan dijalankan bersama dengan pemerintah. Yang pertama adalah menjaga inflasi volatile food atau harga makanan yang mudah bergolak seperti beras dan produk hortikultura maksimal di kisaran 4-5 persen.
“Upaya tersebut akan diikuti dengan pengelolaan kesiapan produksi antar waktu, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah dan tata kelola operasi pasar oleh Bulog,” jelas Agus.
Selanjutnya, BI dan pemerintah akan terus memperbaiki manajemen produksi melalui penguatan kelembagaan petani, pengelolaan produksi dan paska panen khususnya pengeringan dan pergudangan, serta pemasaran.
Kualitas beras, ujar Agus, juga akan ditingkatkan melalui revitalisasi penggilingan. Kemudian, penyaluran Rastra Bansos (beras sejahtera bantuan sosial) dan Bantuan Pangan Non Tunai akan dilakukan sesuai dengan jadwal dan dengan kualitas yang terjaga.
“Kita juga akan membangun sistem data produksi yang akurat melalui pembangunan dan pemanfaatan e-commerce untuk pangan, serta memfasilitasi sinergi petani dan industri hilir,” tambah dia.
Agus menambahkan, pada tahun 2017 inflasi volataile food terjaga di level 0,71 persen, jauh di bawah target 4-5 persen.
"Itu [inflasi] terendah dalam 14 tahun terakhir,” ungkap dia.
Selain itu, Agus mengatakan telah meminta pemerintah mengatur besaran dan waktu kenaikan kebijakan administered prices (harga yang ditentukan pemerintah seperti bahan bakar minyak dan listrik) serta mengendalikan dampak lanjutan yang berpotensi timbul akibat dari kebijakan penyesuaian administered prices.
“Langkah ketiga adalah kita memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BI, antara lain melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada 2018,” tambah dia.
Upaya lainnya, ujar Agus, adalah dengan memperkuat kualitas data untuk mendukung pengambilan kebijakan, serta memperkuat bauran kebijakan BI untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi.